Dataset / Tabular

Survei Sosial Ekonomi Rumah Tangga, PMT 2011 (Indonesia)

Abstract

Untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan, Badan Pusat Statistik dipercaya pemerintah untuk menyajikan data dan informasi kemiskinan. Sumber data yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Karena keterbatasan jumlah sampel, maka BPS hanya dapat menghasilkan indikator kemiskinan makro yaitu indikator kemiskinan tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. Indikator-indikator yang dihasilkan ini hanya baik untuk targeting wilayah namun tidak dapat digunakan untuk targeting individu (rumah tangga). Pada tahun 2005 dilakukan Pendataan Sosial Ekonomi (PSE05) yang bertujuan untuk mendapatkan data kemiskinan mikro berupa direktori rumah miskin yang patut mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT)> Data PSE05 juga dipakai dalam targeting rumah tangga Askeskin (Asuransi Kesehatan Penduduk Miskin) dan Raskin.
Setelah PSE05, tahun 2007 dilakukan pengumpulan data rumah tangga yang disebut Survei Pelayanan Dasar Kesehatan dan Pendidikan 2007 (SPDKP07) untuk program Program Keluarga Harapan (PKH).
Tahun 2008, BPS melakukan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) untuk mengupdate data PSE 2005. Hasil PPLS 2008 jauh lebih baik daripada kegiatan PSE 2005 dan SPDKP 2007.

Pemerintah Indonesia mengandalkan data hasil dari kegiatan-kegiatan di atas untuk memberikan bantuan sosial kepada rumah tangga miskin. Setelah melaksanakan program bantuan sosial untuk program anti kemiskinan seperti BLT, PKH, Akseskin, Raskin, dll, pemerintah berharap tingkat kemiskinan berkurang. Oleh karena itu, targeting program bantuan sosial kepada kaum miskin menjadi prioritas pemerintah. Dalam rangka memberikan hasil targeting terbaik sesuai anggaran, perlu dicari indikator yang lebih baik atau metode yang efektif untuk meningkatkan identifikasi rumah tangga miskin yang layak untuk berbagai program bantuan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Maka diselenggarakanlah studi Effective Targeting of Anti Poverty Programs II ini, yang akan dilakukan di 8 kabupaten/kota yang mencakup 3 provinsi di Indonesia.

Tujuan studi Effective Targeting of Anti Poverty Programs II adalah:
1. mengujicobakan metodologi baru di lapangan
2. memeriksa kelebihan dan kekurangan tiap metode.
3.membantu pemerintah dalam menentukan metodologi yang paling tepat untuk mengidentifikasi rumah tangga miskin (dan hampir miskin) untuk program bantuan di masa depan.

Tiga metode telah diujicobakan pada studi ini: 1) Proxy Means Test atau PMT, 2) Self Targeting atau Pendaftaran, dan 3) Metode Hibrida. BPS terlibat dalam ujicoba metode 1 dan 2. Tugas utama BPS adalah untuk menjalankan survei kecil di Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil atau setingkat dusun/lingkungan/Rukun Tetangga (RT) terpilih untuk memperbarui informasi mengenai rumah tangga miskin dan memeriksa efektivitas metode PMT. BPS juga terlibat secara tidak langsung melalui kerjasama dengan fasilitator yang dipekerjakan oleh Bank Dunia, untuk mengujicobakan metode pendaftaran (self-targeting/on demand). Studi ini dilakukan untuk membandingkan dan menentukan metode yang paling efisien dan tepat guna. Studi ini juga mengujicobakan kemungkinan dilaksanakannya setiap metode di konteks lokal dengan bermacam-macam institusi pemerintah, budaya, tingkat kualitas infrastruktur/urbanisasi, dsb. Selain itu juga akan memeriksa apakah ada keberatan atau gangguan sosial yang disebabkan oleh metode penargetan. Dengan begitu, desain final dari tiap metode dapat disesuaikan dengan keadaan setempat.