Petunjuk Teknis: Penanaman Meranti di Kebun Karet
Abstract
Hutan hujan dataran rendah di Indonesia didominasi oleh jenis-jenis Dipterokarpa. Jenis-jenis Dipterokarpa, seperti Meranti, Kruing, Kapur , Mersawa, Merawan, Bangkirai dan Balau, merupakan jenis-jenis penghasil kayu yang bernilai ekonomis. Kayunya dikenal sebagai kayu pertukangan, untuk konstruksi berat dan ringan. Selai n itu, beberapa jenis Dipterokarpa juga sebagai penghasil nir-kayu (non-timber) , seperti T engkawang dan Damar mata kucing. K ebutuhan akan kayu dari tahun ke tahun semakin meningkat sement ara permudaan alam Meranti di hutan alam semakin terbatas. P rediksi kebutuhan kayu bulat hingga satu dasawarsa saat ini mencapai 37.6 juta m3 per tahun , sementara produksi kayu bulat p ada tahun 2006 hanya 19.2 juta m3 (www .dephut.go.id/news.php?id=467). Selama ini produksi kayu Meranti dihasilkan dari hutan alam dan hutan tanaman industri (HTI) pertukangan. P embangunan hutan rakyat dengan jenis-jenis Meranti relatif kurang dibandingkan dengan jenis-jenis kayu pertukangan lainnya, seperti jati dan mahoni