Kiprah Agroforestri 10 (3)
Abstract
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia dan tingginya tingkat kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun terus kita rasakan. Dimulai dari berbagai jenis kebutuhan rumah tangga sampai dengan kebutuhan pendukung lainnya. Masyarakat harus terus berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dengan berbagai cara, juga dengan mengandalkan sumber daya alam disekitarnya. Diawali dengan kisah masyarakat yang memanfaatkan aren sebagai bahan baku untuk gula, sapu lidi, ijuk, kolang kaling juga sebagai minuman segar. Untuk memenuhi kebutuhan ini, masyarakat tergerak untuk mulai menanam aren, meskipun masih dianggap tabu atau pamali. Mengapa demikian? Selain pemanfaatan bahan baku di atas, aren juga berpeluang menjadi sumber bahan bakar alternatif. Meskipun masih menjadi wacana, namun pengembangan aren menjadi bensin merupakan suatu peluang. Tidak hanya aren, bibit karetpun menjadi sumber daya alam yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dari usaha pembibitan karet, seorang ibu di Jambi berhasil menyekolahkan dua orang anaknya hingga lulus perguruan tinggi. Meskipun sumberdaya alam merupakan modal dasar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, namun harus dikelola dengan bijaksana agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Salah satu upaya pengelolaan sumber daya adalah dengan mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh para peneliti, tetapi mengikutsertakan masyarakat dalam pemantauan sumber daya alam merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan yang baik. Pelatihan pengukuran karbon di kalangan masyarakat menjadi langkah awal pelibatan masyarakat dalam pemantauan pengelolaan sumber daya alam. Tentunya, kesuksesan petani dalam mengelola sumber daya alam juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan strategi petani itu sendiri dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas